Jika Anda terjebak badai atau hujan yang sangat lebat di tengah hutan, mungkin Anda akan memutuskan sudah saatnya bergegas pulang, karena Anda berpendapat kalau dalam keadaan seperti itu sudah pasti tersesat. Pengalaman seperti itu menunjukkan bahwa tidak cukup memutuskan pada waktu yang tepat. Hal lain yang harus diperhitungkan adalah bagaimana Anda mampu mengetahui tempat dan arahnya jalan pulang.
Inilah gambaran sederhana mengenai garis dasar yang berlaku untuk semua binatang. Perilaku harus dikendalikan menurut waktu maupun ruang. Binatang harus menemukan lingkungannya, makanan, tempat peristirahatan, pasangan, sarang, dan banyak lagi.
Anak Burung Cacing
Anak burung cacing memperlihatkan hal serupa itu dengan cara lain. Sejak menetas, paruhnya selalu terbuka lebar setiap kali sarangnya guncang. Dalam kondisi seperti itu, dia belum bisa melihat, paruh yang yerbuka lebar dia arahkan tegak lurus ke atas yang dikemudikan oleh indra gaya berat alat telinga bagian dalamnya.

Kira-kira umur seminggu, matanya mulai terbuka, gaya menganga paruhnya kini dilengkapi dengan bantuan dari fungsi penglihatan. Fungsi penglihatan membantu dia untuk mengetahui arah datangnya induk yang setiap kali datang untuk memberi makanan. Akan tetapi, walaupun rangsangannya sudah dikendalikan oleh mata, pengarahan masih dijalankan oleh alat gaya beratnya. sehingga membuat dia melebarkan paruhnya tetap tegak lurus vertikal walaupun rangsangan penglihatan datang dari samping.

Baru setelah selang beberapa hari berselang pengarahan itu didasarkan pada penglihatan, anak burung cacing mulai melebarkan paruhnya kearah kepala induk (tempat makanannya).
Bila kita mulai menelaah penentuan tempat dan aah pada binatang, maka timbulah suatu pertanyaan yang wajar, yakni "Alat indra mana yang digunakan?".
(sumber:pustaka alam life/peri-laku binatang/ilustrasi:dhany irfan)
- tidak semua alat indra sama cocoknya untuk menyediakan petunjuk bagi kita tentang tempat segala sesuatu dan tempat kita berada.
Selengkapnya......