Pencarian Materi:

Daya Pikir Tikus(perilaku hewan)

Posted by dhany irfan - arie nursanti | 00:54 | Comments

Para ahli psikologi pernah menganggap manusia dan kera sebagai pemegang monopoli nalar. Saat perilaku diamati pada jenis tingkat rendah, sebagai penggabungan jenis dan bersifat mencoba-coba justru mengalami kekeliruan secara kebetulan. Melihat keadaan demikian, Loh Seng Tsai (ahli psikologi Universitas Tulane, 1929) melakukan percobaan dengan Wirok Laboratorium.

Dugaannyapun terbukti, Wirok putih milik Tsai menjalani proses asuhan dan latihan yang ternyata jauh berbeda dengan "sepupu alamiahnya". Dalam arti kata belum ada tikus got yang mencapai prestasi sehebat itu. Percobaan ini memberikan satu kesimpulan bahwa apabila kemampuan bawaan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang sulit itu bukan merupakan ciri jenisnya, tidak akan mungkin hasil seperti itu dapat di capai.

Kita sama-sama simak gambar di bawah ini:

Gambar percobaan Loh Seng Tsai (1929)
Gambar oleh: Dhany Irfan

Keterangan gambar:
A= wirok putih kesulitan untuk mengambil keju di atas rak tingkat 3
B= akhirnya dengan mudah dia memanjat tangga yang bersandar pada rak tingkat 2
C= wirok putih mencoba dan mempelajari suasana
D=berhasil memecahkan masalah dan bisa mengambil keju
(sumber: Pustaka Alam Life)

Selengkapnya......

Tawon Penggali Kebingungan(perilaku hewan)

Posted by dhany irfan - arie nursanti | 00:53 | Comments

Tawon Penggali selalu menghafalkan penunjuk di sekitar liangnya sehingga dengan mudah dapat menemukan jalan pulang. Dalam percobaan untuk menguji perilaku ini, Dr. Tinbergen meletakkan kerucut pinus di sekeliling liang



gambar oleh: dhany irfan

Namun dalam sekejap liang ini segera dikenali oleh si tawon (Gambar A). Kemudian Dr.Tinbergen memindahkan lingkaran kerucut pinus tadi setengah meter dari liang semula(Gambar B), alhasil, si tawon tidak dapat menemukan liangnya yang persis berada setengah meter dari lingkaran kerucut pinus. Percobaan berikutnya adalah dengan menyususn posisi kerucut pinus menjadi segitiga sementara disampingnya di buat lingkaran lain dengan media batu kerikil (Gambar C). Hasilnya, kerikil itulah yang dipilih si tawon.
  • Kesimpulan dari percobaan ini adalah; peristiwa ini membuktikan bahwa tawon penggali lebih menanggapi susunan benda daripada media benda (kerucut pinus)(sumber: pustaka alam life)


Selengkapnya......

Menemukan Jalannya Sendiri(perilaku hewan)

Posted by dhany irfan - arie nursanti | 00:51 | Comments

Jika Anda terjebak badai atau hujan yang sangat lebat di tengah hutan, mungkin Anda akan memutuskan sudah saatnya bergegas pulang, karena Anda berpendapat kalau dalam keadaan seperti itu sudah pasti tersesat. Pengalaman seperti itu menunjukkan bahwa tidak cukup memutuskan pada waktu yang tepat. Hal lain yang harus diperhitungkan adalah bagaimana Anda mampu mengetahui tempat dan arahnya jalan pulang.


Inilah gambaran sederhana mengenai garis dasar yang berlaku untuk semua binatang. Perilaku harus dikendalikan menurut waktu maupun ruang. Binatang harus menemukan lingkungannya, makanan, tempat peristirahatan, pasangan, sarang, dan banyak lagi.

Anak Burung Cacing
Anak burung cacing memperlihatkan hal serupa itu dengan cara lain. Sejak menetas, paruhnya selalu terbuka lebar setiap kali sarangnya guncang. Dalam kondisi seperti itu, dia belum bisa melihat, paruh yang yerbuka lebar dia arahkan tegak lurus ke atas yang dikemudikan oleh indra gaya berat alat telinga bagian dalamnya.

Kira-kira umur seminggu, matanya mulai terbuka, gaya menganga paruhnya kini dilengkapi dengan bantuan dari fungsi penglihatan. Fungsi penglihatan membantu dia untuk mengetahui arah datangnya induk yang setiap kali datang untuk memberi makanan. Akan tetapi, walaupun rangsangannya sudah dikendalikan oleh mata, pengarahan masih dijalankan oleh alat gaya beratnya. sehingga membuat dia melebarkan paruhnya tetap tegak lurus vertikal walaupun rangsangan penglihatan datang dari samping.

Baru setelah selang beberapa hari berselang pengarahan itu didasarkan pada penglihatan, anak burung cacing mulai melebarkan paruhnya kearah kepala induk (tempat makanannya).

Bila kita mulai menelaah penentuan tempat dan aah pada binatang, maka timbulah suatu pertanyaan yang wajar, yakni "Alat indra mana yang digunakan?".(sumber:pustaka alam life/peri-laku binatang/ilustrasi:dhany irfan)

  • tidak semua alat indra sama cocoknya untuk menyediakan petunjuk bagi kita tentang tempat segala sesuatu dan tempat kita berada.

Selengkapnya......

Bagian-bagian Tubuh Kita (1 SD)

Posted by dhany irfan - arie nursanti | 19:45 | Comments


gambar oleh: Dhany Irfan | biologimedia | SD

Petunjuk Guru:
Guru menunjuk bagian tubuhnya diikuti oleh siswa
Guru meminta siswa maju kedepan untuk menyebutkan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk

Selengkapnya......